Sabtu, 14 Juni 2014

Pertama Kali Wirausaha di Kampus

Area kampus memang menjadi suatu peluang untuk mahasiswa dalam mengembangkan jiwa wirausaha. Membuka usaha di area kampus memiliki peluang usaha sangat besar. Lingkungan kampus yang sangat ramai adalah gudangnya peluang usaha. Tidak perlu modal besar untuk memulai usaha di area kampus, tapi hanya perlu melihat dengan jeli peluang usaha di area kampus.



Salah satu usaha yang bisa Anda jalankan di area kampus adalah usaha kuliner. Di daerah kampus, usaha kuliner adalah usaha yang paling bisa diandalkan. Jika Anda berniat untuk menjual makanan, perhatikan harga jual makanan yang hendak di jual. Jangan mematok harga terlalu mahal. Hal ini karena pada umumnya mahasiswa lebih memilih makanan yang murah.

Memulai wirausaha di area kampus membutuhkan keberanian. Berani disini adalah dengan memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan para mahasiswa lainnya. Disinilah cara kita mempromosikan sesuatu diuji.

Sebagai pemula, memang merasa
ragu. Ragu akan dagangan tidak laku, takut tidak ada yang membeli, dan sebagainya. Maklumlah ini pertama kalinya saya berwirausaha. Usaha saya adalah menjual roti di kampus.

Bisnis ini bermula dari obrolan di mesjid kampus selepas shalat Isya. Saya, Arie, dan Ali yang ada pada saat itu. Kita sharing tentang kehidupan dan kuliah, serta membicarakan tentang masa depan.

Adalah Arie Anggriawan, teman sekelas di kampus yang telah mendoktrin saya agar berani untuk keluar dari zona nyaman sebagai pengemis kepada orang tua. Dia menjelaskan sistem bisnis yang dulu pernah dijalaninya. Sederhana memang. Hanya membutuhkan keberanian menawarkan kepada mahasiswa lainnya di kampus dan membangun relasi.

Dari obrolasn itulah, mulai terbangun ide. Kita sepakati untuk menjual roti di kampus dengan sasaran mahasiswa khususnya mahasiswa karyawan di kampus kita, Uninus Bandung. Roti ini di dapat dari produsen roti, kemudian kita menjualnya di kampus. 

Persiapan dimulai. Jumat keliling-keliling mencari alamat produsen. Nyasar-nyasar di kompleks, tanya kesana kemari dan akhirnya ketemu juga. Namun ternyata rotinya habis jadi yaa ga bisa langsung beli, karyawannya mengatakan harus order terlebih dahulu dan bisa diambil mulai malam ini sehabis isya. Oke saya bilang. Saya order dan malam itu juga mendapatkan barang.

Dan hari ini, Sabtu tanggal 14 Juli 2014 adalah hari pertama kita jualan. Alhamdulillah laris manis untuk awal yang baik. Keraguan saya mulai pecah, dan saya berani untuk berdagang. Ternyata berdagang itu memiliki prospek yang baik, asal dijalani dengan ketekunan. Mengumpulkan ratusan rupiah dari hasil jualan jika terus ditabungkan maka akan mendapatkan beberapa ribu, bahkan jutaan rupiah. 

Keinginan saya untuk mandiri mulai terbuka lebar. Sederhana sekali, yaitu ingin memenuhi kebutuhan hidup dengan mengurangi beban orang tua. Bertahap, sedikit demi sedikit  mandiri, Insyallah nanti bisa. Dan saya harap saya bisa membiayai skripsi dari hasil wirausaha ini. Aamiin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar